Cara Menghasilkan Uang Dengan Investasi di Reksadana

Cara Menghasilkan Uang Dengan Investasi di Reksadana

Cara Menghasilkan Uang Dengan Investasi di Reksadana
Banyak orang yang masih belum mengerti cara kerja reksadana atau bagaimana menghasilkan uang dari reksadana. Penjelasan berikut ini akan membantu anda untuk memahaminya.

Anda Tidak Bisa Mulai Menghasilkan Uang Dalam Investasi di ReksaDana Sampai Anda Mengerti Apa Reksadana Sebenarnya.

Penjelasan versi pendek.
Pada dasarnya, reksadana adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan jenis perusahaan yang tidak melakukan segala sesuatunya sendirian, hanya memiliki dana investasi. Perusahaan (reksadana) mempekerjakan seorang manajer portofolio dan membayar jasa manajemen yang sering jatuh antara 0,50% sampai 2,00% dari aset. Manajer portofolio menginvestasikan uang yang dikumpulkan oleh pemilik dana sesuai dengan strategi yang tercantum dalam dokumen yang disebut prospektus.

Beberapa reksadana mengkhususkan diri untuk melakukan investasi dalam bentuk saham, obligasi, properti dan emas. Daftar ini praktis tak ada habisnya. Adalah mungkin untuk mengatakan bahwa ada reksadana untuk hampir semua tujuan keuangan yang ingin anda capai.

Cara Sebenarnya Menghasilkan Uang dari Memiliki ReksaDana
Bagaimana anda mulai menghasilkan uang ketika mulai berinvestasi dalam reksadana tergantung pada jenis dana anda sendiri. Jika anda memiliki dana saham, uang dari Investasi Saham bahwa sumber terbesar dari potensi keuntungan adalah peningkatan harga saham (capital gain) atau penghasilan dividen yang dibayarkan kepada anda untuk pro-rata distribusikan keuntungan. Jika dana tersebut bukan difokuskan pada investasi di obligasi, Anda menghasilkan uang melalui pendapatan bunga. Jika spesialisasi dana dalam investasi di properti, anda mungkin akan menghasilkan uang dari sewa properti, apresiasi dan keuntungan dari operasional bisnis.

Ada tiga kunci utama untuk menghasilkan uang melalui investasi reksa dana :

1. Menjaga biaya tetap rendah. Pertimbangan nomor satu saat ‘menanamkan’ uang kedalam reksadana adalah menjaga biaya tetap rendah.
Ini adalah alasan mengapa begitu banyak penasehat keuangan memberitahu klien mereka untuk berinvestasi dalam indeks dana biaya rendah. Ini sering disebut sebagai “uang menganggur” karena mereka tidak memiliki manajer portofolio. Sebaliknya, mereka terus menahan sekeranjang saham yang memiliki karakteristik serupa, seperti sebuah indeks misalnya Dow Jones Industrial Average. Mengapa itu penting? Karena menyimpan uang bahkan 1% dari investasi seumur hidup dapat menyebabkan kekayaan yang sangat besar. Jika anda berusia 18 tahun dan menabung sebanyak Rp.50 Juta per tahun, perbedaan tingkat return antara 7% dan 8% selama lebih dari 50 tahun adalah Rp. 836.206 Juta. Itulah uang riil menurut standar siapa pun.

2. Beri diri anda lebih banyak waktu untuk menambah kekayaan.
Semakin lama uang anda tetap diinvestasikan, semakin banyak waktu anda untuk menangkap kekuatan bunga majemuk.

3. Jangan berinvestasi dalam bentuk apapun yang tidak anda mengerti.
Aturan pertama untuk menghasilkan uang adalah jangan pernah kehilangan uang. Aturan kedua adalah lihat aturan nomor 1. Anda harus tahu persis masing-masing reksadana yang anda miliki dan mengapa anda berinvestasi kedalamnya.

Sumber: permatabank.net
Itulah info tentang Cara Menghasilkan Uang Dengan Investasi di Reksadana, semoga bermanfaat untuk anda. Bagikan info ini kepada rekan anda. Terimakasih.
5 Pertimbangan Sebelum Membeli Saham

5 Pertimbangan Sebelum Membeli Saham

5 Pertimbangan Penting Sebelum Membeli Saham

Tertarik membeli saham untuk investasi? Baca dulu beberapa pertimbangan berikut ini sebelum anda membeli saham.
5 Pertimbangan Sebelum Membeli Saham
(Foto: Antara)

1. Anda telah memiliki setidaknya satu tahun dana penghasilan yang disimpan dan tersedia sesuai permintaan.
Anda perlu memiliki dana tabungan yang bisa diakses langsung untuk membayar biaya tak terduga. Biaya tak terduga dapat mencakup biaya pemakaman, biaya rumah sakit atau perbaikan mobil setelah kecelakaan. Anda tidak harus menjual saham pada saat nilai mereka mungkin sementara rendah hanya karena anda tidak memiliki tabungan untuk menutup biaya tidak terduga.

2. Anda menerima fakta bahwa harga saham bisa jatuh dan anda mungkin kehilangan uang.
Secara intelektual anda tahu bahwa harga dapat turun tetapi anda harus menerima hal ini sebagai sesuatu yang dapat terjadi pada situasi anda. Anda harus nyaman dengan kemungkinan kehilangan sebagian dari modal, jatuhnya harga pasar atau nasib perusahaan yang anda pilih ternyata terjun bebas.

3. Anda memahami stockmarket
Hanya orang bodoh yang meng- investasikan uang dalam sesuatu yang ia tidak sepenuhnya mengerti. Hanya dengan memahami pasar saham, seorang investor bisa mengetahui kapan harus menjual dan saat terbaik untuk membeli.

4. Anda memiliki waktu dan kemampuan untuk menyelidiki yang saham yang akan dibeli.
Penelitian mengenai kondisi keuangan perusahaan membutuhkan waktu dan kemampuan untuk memahami rekening perusahaan. Tidak ada gunanya mengandalkan informasi saham dari koran-koran pada hari Minggu karena begitu banyak yang melakukannya. Anda perlu memahami istilah-istilah seperti hasil, Harga / rasio Laba, sejarah utang dan banyak lagi. Jika pemahaman anda tentang hal ini kurang lengkap maka anda harus mempertimbangkan investasi dalam reksa dana dan menggunakan keahlian dari seorang manajer investasi.

5. Waktu yang tepat
Pertimbangkan timing akuisisi saham anda bertepatan dengan jatuhnya harga saham. Melawan arus. Jika pembeli sedikit maka harga akan rendah dan anda akan dapat membeli saham lebih banyak dengan dana yang dimiliki.

Demikian pula ketika pasar saham meroket dan semua orang sedang membicarakan harga saham, pertimbangkan menjual saham milik anda karena ini adalah tanda-tanda bahwa pasar telah mencapai puncaknya dan hanya meningkat karena momentumnya, bukan karena adanya peningkatan nilai intrinsik perusahaan

Sumber: permatabank.net
Itulah info tentang 5 Pertimbangan Sebelum Membeli Saham, semoga bermanfaat untuk anda. Bagikan info ini kepada rekan anda. Terimakasih.
Cara Menghasilkan Uang Melalui Investasi Dividen dan Contohnya

Cara Menghasilkan Uang Melalui Investasi Dividen dan Contohnya

Cara Menghasilkan Uang Melalui Investasi Dividen dan Contohnya

Menghasilkan Uang dari Dividen
Menghasilkan uang dari dividen adalah salah satu fondasi dasar dari investasi yang baik. Kerap terjadi, investor baru tidak benar-benar memahami apa itu dividen, bagaimana dividen bekerja dan bagaimana anda dapat menghasilkan uang dengan berinvestasi di saham dividen. Untuk membantu anda mengatasi itu, saya memberikan gambaran singkat mengenai proses pembuatan uang dari jenis investasi. Pikirkan ini sebagai silabus dua menit untuk menghasilkan uang dengan berinvestasi di saham yang membayarkan dividen.


Bagaimana Saya Dapat Menghasilkan Uang Dari Dividen?
Ingin tahu bagaimana membuat uang dengan dividen? Jawaban singkatnya adalah: Saat sebuah perusahaan memperoleh keuntungan. Direksi, para anggota yang dipilih oleh pemegang saham (pemilik), memiliki sebuah pertemuan dan mendengarkan rekomendasi manajemen tentang berapa banyak keuntungan harus diinvestasikan kembali untuk pertumbuhan perusahaan, berapa yang harus digunakan untuk membayar utang, berapa yang harus digunakan untuk membeli kembali saham dan berapa yang harus dibagikan ke pemilik. Bagian terakhir, uang dibagikan ke pemilik disebut dividen.

Proses menghasilkan uang melalui investasi dividen melibatkan pencarian perusahaan yang memiliki peluang bagus untuk meningkatkan dividen dari tahun ke tahun, yang akan menyebabkan lebih banyak uang mengalir ke dalam rekening bank anda. Seperti penjualan dan keuntungan yang meningkat demikian juga dividen. Uang yang anda hasilkan dari dividen dapat diinvestasikan kembali, digunakan untuk membayar tagihan rumah tangga, mengirim anak ke perguruan tinggi, memulai bisnis atau diberikan untuk amal.

Jika anda memiliki banyak saham dividen kualitas tinggi, tentu semakin banyak uang yang anda akan dapatkan dari dividen. Yang kerap terlihat adalah investor dividen menjalani hidup dengan mengumpulkan jenis investasi tertentu seperti anak kecil mengumpulkan kelereng didalam kaleng. Jika dilakukan dengan benar, kekayaan bersih investor dividen dan pendapatan rumah tangga terus meningkat dan tumbuh semakin makmur seiring berjalannya waktu. Dalam masa 30, 40 ,50 tahun atau lebih, akan ada kemungkinan untuk mendapatkan penghasilan milyaran per tahun atau lebih dari dividen.

Contoh Menghasilkan Uang dari Investasi Dividen
Untuk melihat bagaimana ini bekerja di dunia nyata, bayangkan seorang pria muda bernama Budi. Dia berusia 18 tahun dan hanya bergabung dengan angkatan kerja. Dia memutuskan ingin mulai mendapatkan penghasilan dari saham dividen sehingga ia mulai berinvestasi di saham kualitas tinggi, perusahaan blue chip yang menunjukkan pertumbuhan sehat, neraca keuangan yang kuat dan memiliki sejarah dalam meningkatkan dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham dari waktu ke waktu.

Budi berhasil menumbuhkan investasinya sebesar 8% selama 50 tahun. Pada saat ia mencapai usia 60-an dan siap untuk pensiun, portofolionya telah berkembang menjadi Rp.38,659 Milyar.

Menghasilkan uang melalui investasi dividen melibatkan beberapa pertimbangan utama :

1. Keuntungan dividen yang ditawarkan pada saat pembelian awal.
2. Laju pertumbuhan laba perusahaan, yang dapat digunakan untuk memproyeksikan kenaikan dividen di masa depan.
3. Kondisi neraca perusahaan. Investasi pada perusahaan dengan banyak hutang dan adanya penurunan penjualan terlalu berisiko, tidak peduli seberapa besar dividen yang ditawarkanl.
4. Peraturan pajak atas dividen saat ini .

Jika anda tidak ingin memilih saham dividen individu tetapi masih ingin menghasilkan uang dengan investasi dividen, anda mungkin ingin mempertimbangkan indeks dana murah yang mengkhususkan diri dalam perusahaan dividen. Pastikan untuk membaca prospektus reksadana untuk setiap investasi potensial demi memastikan anda memahami bagaimana saham yang dipilih dan menentukan risiko yang tepat untuk anda dan situasi keuangan anda.

Sumber: permatabank.net
Itulah info tentang Cara Menghasilkan Uang Melalui Investasi Dividen dan Contohnya, semoga bermanfaat untuk anda. Bagikan info ini kepada rekan anda. Terimakasih.
 Ini Sanksi Dari OJK Untuk Bank Tak Patuh Aturan Suku Bunga Maksimum

Ini Sanksi Dari OJK Untuk Bank Tak Patuh Aturan Suku Bunga Maksimum

Ini Sanksi Dari OJK Untuk Bank Tak Patuh Aturan Suku Bunga Maksimum

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan melayangkan sanksi bagi perbankan nakal yang tidak menerapkan pemberian maksimum suku bunga Dana Pihak Ketiga (DPK). Sanksinya mulai dari teguran hingga pencabutan izin usaha.


Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Nelson Tampubulon mengatakan, pihaknya telah menyiapkan aturan main bagi para perbankan yang tidak patuh terhadap pendekatan pengawasan ini. Meskipun sifatnya bukan peraturan, namun pemberlakukan batas atas suku bunga DPK wajib diterapkan.

"Kalau bank tidak patuh, aturan mainnya kami sudah punya. Seperti teguran dan lainnya. Jadi ada standarnya," ucap dia kepada wartawan di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (30/9/2014).

Sebelumnya, OJK menetapkan pemberian maksimum suku bunga DPK :

1. Memberikan suku bunga simpanan maksiumum sebesar suku bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang saat ini sebesar 7,75 persen. Ini untuk nominal simpanan sampai dengan Rp 2 miliar dan telah memperhitungkan seluruh insentif yang diberikan kepada nasabah penyimpan dana.
2. Untuk BUKU 4 maksimum suku bunga 200 basis poin (bps) di atas BI Rate atau saat ini maksimum sebesar 9,50 persen termasuk seluruh insentif yang diberikan secara langsung kepada nasabah penyimpan dana. Nilai simpanan di atas Rp 2 miliar.
3. Untuk Buku 3 maksimum suku bunga 225 basis poin di atas BI Rate atau maksimum 9,75 persen termasuk seluruh insentif kepada nasabah penyimpan dana dan berlaku. Nilai simpanan di atas Rp 2 miliar

Nelson melanjutkan, OJK sudah berdiskusi mengenai pendekatan ini dengan seluruh stakeholder, seperti akademisi, ekonomi, hingga perbankan dan deposan yang bermain di industri perbankan.

"Pendekatan ini bisa ditinjau lagi dengan memperhatikan kondisi ekonomi Indonesia, termasuk pergerakan BI rate. Kalo BI Rate turun, bisa jadi pemberian maksimum suku bunga turun," jelasnya.

Kepala Departemen Pengembangan, Pengawasan, dan Manajemen Krisis OJK Boedi Armanto, mengaku siap melakukan pengawasan terhadap kebijakan tersebut.

"Awalnya kami tegur, tapi kalau tetap membangkang tentu kami bisa cabut izin usahanya," tegas dia.

Untuk menegakkan komitmen pelaksanaan kebijakan ini, maka perbankan harus:

1. Mengupayakan penurunan suku bunga kredit segera setelah pengenaan pemberian maksimum suku bunga DPK tersebut dan melaporkan realisasinya kepada OJK.
2.Memasukkan komitmen penurunan suku bunga kredit dalam Rencana Bisnis Bank Tahun 2015 yang selambat-lambatnya disampaikan pada akhir November 2014 beserta perhitungan dampaknya pada kinerja keuangan.
3. Melakukan ekspansi kredit sesuai target-target rencana bisnis dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber dana serta mengacu pada prinsip kehati-hatian.

Sumber: Liputan6.com
Daftar Produk Syariah Terbaik 2014 Versi "Majalah Investor"

Daftar Produk Syariah Terbaik 2014 Versi "Majalah Investor"

Majalah Investor memberikan Best Syariah Awards 2014 kepada 16 institusi keuangan syariah terbaik, 10 produk keuangan syariah terbaik dan 3 tokoh syariah.

Satu produk syariah memperoleh dua penghargaan. PT Bank BNI Syariah menyabet gelar juara untuk kategori aset di atas Rp 10 triliun. Untuk aset di bawah Rp 10 triliun, PT Bank Mega Syariah mencatat gelar terbaik.

kategori unit usaha syariah (UUS) perbankan
Pada unit usaha syariah (UUS) perbankan, Bank Permata Unit Syariah kembali menempati urutan teratas untuk kategori UUS beraset di atas Rp 5 triliun seperti tahun sebelumnya. Berikutnya UUS Bank DKI terbaik dengan aset Rp 1 triliun – Rp 5 triliun, dan UUS Bank OCBC-NISP dengan aset di bawah Rp 1 triliun.

kategori asuransi jiwa syariah terbaik dan asuransi umum syariah terbaik
Asuransi Takaful Keluarga meraih gelar asuransi jiwa syariah terbaik. Sementara untuk asuransi jiwa cabang syariah yang meraih gelar terbaik adalah AIA Financial Cabang Syariah dan Asuransi Jiwa Central Asia Raya Cabang Syariah.

Asuransi umum cabang syariah yang mendapatkan gelar terbaik adalah Asuransi Sinar Mas Cabang Syariah, Asuransi Astra Cabang Syariah, Asuransi Bintang Cabang Syariah, Asuransi Staco Mandiri Cabang Syariah, dan Asuransi Bringin Sejahtera Makmur Cabang Syariah. Sedangkan reasuransi cabang syariah terbaik diraih oleh Reasuransi International Indonesia Cabang Syariah.

Kategori multifinance syariah dan multifinance unit syariah
Untuk kategori multifinance syariah dimenangkan Amanah Finance, dan Mandala Multifinance Tbk sebagai unit usaha multifinance syariah terbaik.

Kategori obligasi syariah
Produk syariah yang meraih penilaian tertinggi berdasarkan kinerja fundamental dan risk adjusted return adalah obligasi Sukuk Ijarah Bkltj I Summarecon Agung Thp I Tahun 2013 dan Sukuk Mudharabah Bkljt I Adira Finance Thp I Tahun 2013 seri C.

Kategori reksa dana syariah
Untuk produk reksa dana, penghargaan diberikan kepada PNM Amanah Syariah yang dikelola PNM Investment Management, I Hajj Syariah Fund yang dikelola PT Insight Investment Management, MNC Dana Syariah dan MNC Dana Syariah Kombinasi yang dikelola MNC Asset Management, Lautandhana Saham Syariah yang dikelola Lautandhana Investment Management, BNPParibas Pesona Syariah yang dikelola BNP Paribas Investment Partners, Sam Syariah Berimbang yang dikelola PT Samuel Aset Manajemen, dan Schroder Syariah Balanced Fund yang dikelola PT Schroders Investment Management Indonesia.

Secara keseluruhan, ada 27 penghargaan yang diberikan pada institusi dan produk syariah. Satu produk syariah yaitu BNP Paribas Pesona Syariah berhasil menggondol dua penghargaan. BNP Paribas Pesona Syariah memperoleh penghargaan reksa dana saham terbaik untuk periode 3 tahun dan 5 tahun.

Sumber: Majalah Investor, Beritasatu.com
Inilah 17 Sekuritas Bermodal Mini

Inilah 17 Sekuritas Bermodal Mini

Inilah 17 Sekuritas Bermodal Mini

Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mengidentifikasi ada 17 anggota bursa (AB) yang memiliki modal mini. Kategori modal ini yang dimaksud adalah perusahaan efek yang modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) di bawah Rp 31 miliar.

Hal itu diungkapkan oleh Samsul Hidayat, Direktur Perdagangan dan Kepatuhan Anggota BEI. Namun, ia enggan menyebut identitas masing-masing sekuritas.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun KONTAN, memang ada 17 AB yang memiliki MKBD di bawah Rp 31 miliar.

Berikut daftar perusahaan efek yang dimaksud:

1. PT Ekokapital Sekuritas (ES) : Rp 25,22 miliar
2. PT Forte Mentari Securities (FO) : Rp 30,75 miliar
3. PT Indomitra Securities (BD) : Rp 30,17 miliar
4. PT Inovasi Utama Sekurindo (IU) : Rp 25,97 miliar
5. PT Intifikasa Securindo (BF) : Rp 25,84 miliar
6. PT Magenta Kapital Indonesia (PI) : Rp 27,69 miliar
7. PT Majapahit Securities Tbk (KC / AKSI) : Rp 28,64 miliar
8. PT Masindo Artha Securities (DM) : Rp 25,12 miliar
9. PT Millenium Danatama Sekuritas (SM) : Rp 28,47 miliar
10. PT NC Securities (LH) : Rp 27,34 miliar
11. Pacific 2000 Securities (IH) : Rp 29,96 miliar
12. Paramitra Alfa Sekuritas (PS) : Rp 27,36 miliar
13. Phintraco Securities (AT) : Rp 29,9 miliar
14. PT Redialindo Mandiri (DU) : Rp 25,38 miliar
15. PT Senni Cahaya (SC) : Rp 28,65 miliar
16. PT Universal Broker Indonesia (TF) : Rp 28,26 miliar
17. PT Waterfront Securities Indonesia (FZ) : Rp 30,9 miliar

Sumber : investasi.kontan.co.id
Performa reksadana saham kembali ungguli IHSG

Performa reksadana saham kembali ungguli IHSG

KINERJA REKSADANA: Performa reksadana saham kembali ungguli IHSG

Data Infovesta Utama menunjukkan, rata-rata imbal hasil reksadana saham yang tercermin dalam Infovesta Equity Fund Index menorehkan return 23,71% secara year to date hingga akhir Agustus 2014.
KINERJA REKSADANA: Performa reksadana saham kembali ungguli IHSG
Image Credits: Kontan

Performa tersebut mengalahkan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang naik 20,18% pada periode yang sama. Tak hanya itu, return reksadana saham juga unggul dibandingkan reksadana jenis lainnya, seperti, rata-rata imbal hasil reksadana campuran yang sebesar 14,22%.

Posisi wahid pemberi imbal hasil tertinggi ditempati produk Dana Pratama Ekuitas. Produk besutan PT Pratama Capital Asset Management membagikan return sebesar 42, 99%. Urutan kedua dan ketiga juga ditempati produk reksadana saham kelolaan manajer investasi yang sama, yaitu Pratama Saham dan Pratama Equity. Masing-masing menorehkan return 39,62% dan 35,28%.

Sedangkan, reksadana saham dengan kinerja terburuk adalah Grow-2-Prosper. Produk kelolaan PT Corfina Capital ini mencatatkan return minus 10,22%.

Analis Infovesta Utama Viliawati mengatakan, kinerja reksadana saham lebih moncer ketimbang IHSG, karena fleksibilitas manajer investasi dalam mengalokasikan portofolio. "Misalnya, perubahan alokasi bobot pada efek saham dan pasar uang, pemilihan sektor dan saham yang dianggap potensial, serta melakukan rotasi sektor," ujarnya.

Arief Wana, Direktur PT Ashmore Asset Management Indonesia mengatakan, kinerja reksadana saham kelolaannya, yaitu Ashmore Dana Progresif Nusantara tertopang pemilihan saham-saham kapitalisasi kecil. Produk ini menorehkan imbal hasil 32,12%.

"Kinerja didorong strategi yang jeli dalam menemukan value dan perhitungan risiko di saham-saham dengan kapitalisasi kecil," tutur Arief. Selain itu, pihaknya melakukan peralihan (switching) ke sektor saham yang lebih baik.

Proyeksi return 25%
Viliawati menduga, reksadana saham masih akan memberikan return lebih tinggi di akhir tahun ini ketimbang jenis campuran dan pendapatan tetap. Sebab, secara umum pergerakan bursa saham cenderung lebih agresif dibandingkan bursa obligasi.

"Sehingga, kinerja reksadana saham akan lebih unggul dibanding reksadana pendapatan tetap saat terjadi perbaikan ekonomi," paparnya.

Namun, ia mengingatkan, investor perlu mencermati sejumlah faktor sepanjang tahun ini. Seperti, valuasi bursa saham yang relatif tak murah, sehingga penguatan mulai terbatas. Prediksinya, rata-rata kinerja reksadana saham secara year on year bisa mencapai 25%. Adapun rata-rata return reksadana campuran 15%-18%, dan reksadana pendapatan tetap 6%-8%.

Sumber: Kontan.co.id